Akhyar Yusri, Pelari Satu Kwintal, “Macam Mau Mati”

9
1971

Kenalkan, saya Akhyar Yusri, seorang Pecel Lele, Pendaki Cepat Lelah dan Letih. Mungkin teman-teman sepaket Aulya Vinanda Husaini Nasrullah UulSyafrani FithriAulia Eka DharmaSyafruddin Side Guna Abu Jibrani masih ingat, saya teman mendaki kalian yang sempat muntah di Gunung Tok Wan karena makan terlalu banyak sebelum mendaki dan mungkin karena salah kostum juga. Akhirnya saya harus melanjutkan perjalanan dengan kain sarung. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah saya bisa tiba di puncak waktu itu, walaupun “macam mau mati”. Pendakian Gunung Tok Wan adalah pendakian perdana saya, setelah sebelumnya sempat beberapa kali ke Bukit Broga tanpa melanjutkan ke Gunung Tok Wan. Gunung Tok Wan benar-benar menjadi cerita buat saya, tentang saya yang lemah dan teman-teman saya yang kuat dan sabar menghadapi saya.

Pendakian Gunung Tok Wan

Mungkin teman-teman Petualang Muslim (PM) masih ingat dengan nama Akhyar Yusri, finisher terakhir saat tes lari di ujian fisik Tarbiyah Alam Rimba III 2017 lalu. Saya masih ingat saat putaran demi putaran saya lewati dengan nafas yang nyaris putus, sedang peserta yang lain terlihat santai saja menjalani test lari yang hanya 6 putaran lapangan bola yang tidak seberapa luas itu, atau setara dengan 2,4 km. Wal hasil, semua peserta meng-over lap saya, di lap ke 5 saya sudah berlari sendirian. Tapi di putaran terakhir, ada 2 peserta lain Aryo Khansa Arkan & Pakde Gogon yang berbaik hati menyemangati saya dengan memasangkan topi di kepala saya dan ikut berlari bersama saya, padahal saya belum kenal mereka dan mereka sudah finish jauh sebelum itu. It was a second spirit for me. Saat finish, rasanya sudah sekian lama saya tidak merasakan ngos-ngosan yang sebegitunya. “Macam mau mati” begitu kata saya setiap kali ingin menjelaskan kondisi saya saat itu. 11 12 dengan saat saya di pendakian Gunung Tok Wan.

Disitulah saya merasa saya ini kegedean. Disitulah saya merasa saya harus mulai LARI.

Semenjak pindah ke Pulau Jawa, mendaki gunung menjadi kegiatan rutin untuk saya, minimal sekali setahun, kadang-kadang lebih. Di tahun 2016 saya mendaki 4 kali setahun. Saya menjadi candu dengan gunung. Bagi saya gunung itu sulit diceritakan keindahannya, namun mudah untuk dinikmati, walau mendakinya jelas tidak mudah. Terutama bagi PSK (Pria Satu Kwintal) seperti saya. Melihat bentuk fisik, mungkin orang-orang kurang percaya saya seorang Pendaki Gunung.

Baca juga : SUMPAH GW PERNAH GENDUT

Sejauh ini, berat badan & berat bebas di tas carrier saya tidak menjadi halangan untuk sampai di puncak gunung. Maksudnya, Alhamdulillah sejauh ini saya ‘nyampe-nyampe’ saja ke puncak walau badan saya segede ini. Namun saya belum bisa berdamai dengan kecepatan. Mungkin saya kuat mendaki, tapi saya tidak bisa berjalan lebih cepat. Disitulah saya merasa saya ini kegedean. Disitulah saya merasa saya harus mulai LARI.

Bersama Petualang Muslim

Alhamdulillah di Petualang Muslim, saya dipertemukan dengan Coach Berry Abu Fairuz yang super keren, seorang elite Runner yang mendirikan sebuah perhimpunan para pelari berjenggot yang diberi nama THE BEARDED RUNNER (TBR). Tahiniah untuk beliau, beberapa hari lalu beliau baru saja finish di event lari marathon Bandung Ultra untuk jarak 100 km. Masya Allah…
Beliau ini motivator lari saya. Semenjak gabung d TBR, lama saya hanya jadi silent reader di group tersebut. Para anggota yang lain rutin ‘setoRUN’, sedang saya masih bermalas-malasan. Sampai suatu hari, saya putuskan minta tips lari untuk pemula dari beliau. Setelah saya membeli sepatu lari Kalenji Ekiden One, sebuah sepatu lari import low-price namun berkualitas (menurut saya), saya pun mulai ‘setoRUN’.

Mulai dari hari itu saya selalu lari di atas 15 menit tanpa berhenti, lebih sering di atas 20 menit, dan pernah sekali 35 menit

Latihan lari saya dimulai dengan 90 detik easy run, 90 detik jalan, selama 2 puluh menit. Pola tersebut saya lakukan selama 3 atau 4 hari. Sampai akhirnya saya coba 3 menit easy run, 1 menit jalan, selama 20 menit. Setelah 1 minggu, saya coba naik kelas, 20 menit easy run tanpa jalan, dan wal hasil Alhamdulillah saya kuat. Mulai dari hari itu saya selalu lari di atas 15 menit tanpa berhenti, lebih sering di atas 20 menit, dan pernah sekali 35 menit. Jarak maksimal saya minggu lalu adalah 4K. Itu sungguh prestasi luar biasa bagi saya. Jika dibandingkan dengan lari 2,4K di tes fisik Tarbiyah Alam Rimba, bahkan lelahnya ga sampe “macam mau mati”. Mungkin jantung dan tubuh saya sudah mulai adaptasi.

Beberapa minggu lalu, mungkin 5K adalah mimpi bagi saya. Menggerakkan tubuh 1 kuintal lebih untuk lari sejauh itu,hmm…. belum terbayang buat saya. Tapi Ahad kemarin, 5K telah menjadi kenyataan. Bahkan saya membuat rekor terbaik dalam hidup saya, lari 6K tanpa berhenti, walaupun pace-nya masih 8 menit/km. Masya Allah… Alhamdulillah.

Di awal bergabung dengan TBR, saya sibuk mencari aplikasi smart phone yang bisa meng-guide saya untuk bisa lari 5K untuk pertama kalinya. Ada juga program di youtube dan website lari lainnya. Kebanyakan menawarkan waktu 8 pekan untuk bisa 5K dengan jumlah latihan 3 kali seminggu. Sedangkan saya, berkat izin Allah 6K pertama saya lakukan hanya 3 pekan setelah saya memulai program latihan lari saya. Namun kata Coach Berry, seminggu harus 5-6 kali lari, istirahatnya hanya 1 hari. OK, siap Coach!!!

Hari ini 10K masih mimpi, mungkin sepekan dua lagi akan jadi kenyataan, insyaa Allah. 15K, 20K, 30K, 50K, atau 100K mungkin, kita lihat saja nanti…

1 hal yang penting manurut saya, keep yourself motivated… bergabunglah bersama orang-orang yang melakukan hal yang sama. Ngobrollah dengan mereka tentang hal yang kita lakukan ini, saling menyemangati. Saya pun sedang mencoba menikmati rutinitas ini. Semoga Allah istiqomahkan kita di dalam kebaikan ini dan kebaikan-kebaikan yang lain. Amin…

Akhyar Yusri

9 COMMENTS

  1. Masyaallah semangat terus,ane jg dulu hampir 1 kwintal setelah kenal TBR hampir setengah kwintal😂

  2. Masyaallah..mantab semangatnya pak..insyaallah jika istiqomah akan dimudahkan dan mengalir begitu saja..biasanya langkah pertama yg berat, jika sdh beberapa langkah insyaallah akan menikmati dan lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here